Bahasa Indonesia
BAB 2 Kegiatan Bermanfaat
Indahnya Bahasa dan Sastra Indonesia V
Mendengarkan
cerita rakyat yang dibacakan sungguh menyenangkan. Di daerahmu juga
ada
cerita rakyat, bukan? Cobalah kamu cari dan mintalah temanmu untuk
membacakannya lalu
dengarkanlah!
Melalui cara tersebut, kita dapat memetik berbagai pelajaran yang terdapat di
dalam
cerita itu. Kita juga dapat mengetahui tokoh cerita dan wataknya, tempat dan
waktu
kejadiannya
(latar), serta menanggapi isi cerita tersebut.
Mengidentifikasi
Unsur Cerita Rakyat
Petuah Pak Garam
(Cerita Rakyat Bengkalis, Riau)
Di kampung yang damai, hidup sepasangsuami istri
miskin. Mereka tinggal
di
gubuk. Sebagian atapnya sudah berlubang-lubang. Pak Garam, begitulah orang-orang kampung memanggil laki-laki itu.Badannya kurus, tinggi,
dan berkulit hit amlegam. Setiap hari ia
berjalan sambil menjinjingtas berisi garam untuk dijual darirumah ke rumah atau
ke pasarPada suatu hari, di kampung
tetangga
ada orang meninggal. Namun,tidak ada seorang pun yang dapat memandikan dan menyembahyangkan
jenazahnya.Beberapa orang diutus mencari orang yang dapat memandikan dan
menyembahyangkan jenazah. Akhirnya, mereka bertemu Pak Garam dan meminta tolong
kepadanya.
”Saya
tak punya pengetahuan untuk menyalatkan orang mati,” jawab Pak Garamsingkat.”Kami
tak peduli Pak Garam pandai atau tidak, tetapi tolong keluarga kami yang meninggal
itu dimandikan dan disembahyangkan,” tutur salah seorang utusan tersebut.Setelah
berpikir panjang dan tak ragu lagi, Pak Garam akhirnya menyutujui. Sesampainya
di rumah orang yang meninggal itu, Pak Garam langsung memandikan mayat. Namun, Pak Garam menjadi terkejut ketika melihat
batu di ketiak mayat yang
dimandikan.
Diam-diam Pak Garam menyimpan batu itu. Konon, batu itu bernama buntat manusia atau disebut juga
”barang keramat”. Kegunaannya sangat luar biasa
dan termasuk barang antik yang tak ternilai harganya. Setelah upacara jenazah selesai, Pak Garam segera
pulang. Sesampainya di
rumah,
Pak Garam menceritakan semua kejadian yang dialami saat ia memandikan mayat
kepada isterinya.”Tapi, saya tidak tahu apa nama batu ini dan apa pula
kegunaannya,” lanjut Pak
garam. ”Kita simpan sajalah batu ini,” saran istri Pak Garam. Ternyata, pembicaraan Pak Garam itu didengar oleh Bujang
Selamat (pesuruh kerajaan) yang sedang
memikat burung puyuh tak jauh dari rumahnya. Bujang Selamat bergegas pulang ke kerajaan dan melaporkan apa yang
baru dia dengar kepada raja. Raja tahu kegunaan batu
tersebut. Raja segera memerintah prajuritnya untukmeminta batu itu kepada Pak
Garam. Semula Pak Garam ragu, tetapi akhirnya Pak Garam
menyerahkan benda itu kepada utusan kerajaan.
Pak Garam d an isterinya kemudian
diundang ke kerajaanuntuk menerima hadiah. Pak Garam dan isterinya diberi
kekayaan, rumah, pakaian, emas, dan sebagainya. Dari kejadian tersebut, barulah terjawab apa yang
dipikirkan Pak Garam mengenai manfaat dan guna batu
tersebut. Dari kejadian itu, Pak Garam membuat petuah, yang kemudian oleh masyarakat Sakai dikenal sebagai Petuah
Pak Garam. Isi petuah itu adalah pertama, rahasia
jangan dibuka sebelum berjuntai di pintu kubur. Kedua, harapan orang jangan diputuskan, dan ketiga, orang besar jangan
dibohongi. Maksudnya, orang kaya seperti raja dapat
membuktikan pembicaraannya dalam sekejap saja.
(Sumber: http://www.bengkalis.go.id, diakses 30 Agustus
2007,
dengan pengubahan seperlunya)
Cerita
yang cukup menarik, bukan? Siapa saja tokoh dalam cerita di atas?
Bagaimana
watak mereka? Di mana, kapan, dan dalam suasana bagaimana peristiwa
itu
terjadi? Ayo, kita pelajari bersama!
1.
Mendaftar Nama-Nama Tokoh dan Menuliskan Wataknya
Tokoh cerita adalah orang yang berperan dalam cerita.
Tokoh yang menggerakkan
cerita dari awal hingga akhir disebut tokoh utama.
Selain tokoh utama, terdapat
tokoh pendamping. Tokoh pendamping peranannya lebih
kecil daripada tokoh utama.
Setiap tokoh dalam cerita mempunyai sifat atau watak,
seperti manusia di dunia
ini. Ayo, kita lihat salah satu tokoh di atas, yaitu
Pak Garam!
Pak Garam adalah tokoh utama cerita di atas. Dia adalah
orang yang baik hati
dan jujur. Dia selalu bersedia menolong sesama dengan
kemampuan yang dimilikinya.
Watak Pak Garam yang lain adalah patuh kepada rajanya.
Saat Raja meminta
batu ajaib yang ditemukan Pak Garam, Pak Garam
menyerahkan batu tersebut.
Oleh karena itu, Raja memberikan harta untuknya.
Akhirnya, Pak Garam menjadi
orang kaya.
Selain
Pak Garam, masih ada tokoh yang lain. Siapa sajakah tokoh itu? Coba
daftarlah
nama-nama tokoh itu dan sebutkan watak mereka!
2.
Menuliskan Latar Cerita
Latar
atau setting adalah segala keterangan mengenai, tempat, waktu, dan
suasana dalam cerita. Jadi, latar dapat dibagi menjadi
tiga, yaitu latar tempat, waktu,
dan suasana.
a. Latar Tempat
Latar tempat adalah segala sesuatu yang menjelaskan
tentang tempat
terjadinya peristiwa dalam cerita.
Latar tempat pada cerita Petuah Pak Garam adalah kampung Pak Garam, kampung tetangga, rumah, dan
kerajaan.
b. Latar Waktu
Latar waktu adalah waktu terjadinya peristiwa dalam
cerita. Latar waktu
pada cerita Petuah Pak Garam adalah siang hari.
Namun, penentuan waktu
siang hari ini hanya berdasarkan keumuman. Misalnya,
upacara jenazah
umumnya siang hari. Berburu burung puyuh yang dilakukan
oleh Bujang Selamat
umumnya juga siang hari.
c. Latar Suasana
Latar suasana adalah penjelasan mengenai suasana pada
saat peristiwa
terjadi. Suasana cerita Petuah Pak Garam adalah
menyedihkan dan menyenangkan.
Suasana menyedihkan menyangkut keadaan Pak Garam yang
miskin.
Pak Garam yang kurus dan hitam legam tersebut setiap
hari membawa tas
berisi garam untuk dijajakan di kampung dan pasar.
Suasana menggembirakan terlihat pada akhir cerita,
yaitu ketika Pak Garam
dan isterinya diundang ke kerajaan untuk menerima
hadiah dari sang Raja.
Meskipun tidak diceritakan secara detail, kita dapat
memperkirakan bahwa
mendapatkan hadiah dari raja berupa rumah, perhiasan,
dan lain-lain pasti
menyenangkan.
3.
Menceritakan Kembali Isi Cerita secara Runtut
Hal penting yang harus kamu perhatikan ketika
menceritakan kembali isi cerita
adalah penggunaan bahasa yang baik dan benar. Selain
itu, kamu perlu menjiwai
isi cerita dengan baik sehingga dapat menceritakan
kembali sesuai dengan suasana
cerita.
4.
Menanggapi Isi Cerita
Isi cerita mengandung pesan atau amanat yang ingin
disampaikan pengarang
kepada pembaca. Menanggapi isi cerita berarti
memberikan penilaian terhadap
pesan atau amanat yang ada di dalam cerita itu. Dalam
memberikan tanggapan
terhadap isi cerita, kita harus objektif. Artinya,
tanggapan yang kita berikan harus
berdasarkan alasan yang masuk akal.
Jika kita perhatikan, isi cerita Petuah Pak Garam adalah
seperti petuah yang
dikemukakan Pak Garam itu sendiri, yakni sebagai
berikut.
a. Rahasia jangan dibuka sebelum berjuntai di pintu
kubur.
Artinya, kalau memiliki rahasia janganlah dibuka
sebelum
kamu mati. Jadi, kita harus pandai-pandai menyimpan
rahasia.
b. Harapan orang jangan diputuskan.
Artinya, jika ada orang lain mengharapkan
pertolonganmu,
janganlah ditolak, agar yang minta tolong tidak
kecewa.
c. Orang besar jangan dibohongi, karena orang kaya
seperti raja dapat
membuktikan pembicaraannya
dalam sekejap saja.
Artinya, kita tidak boleh membohongi atau melawan
orang ”besar” atau raja (penguasa). Hal itu karena
seorang penguasa memiliki banyak cara untuk
membuktikan perkataannya dalam waktu singkat.
Misalnya, dengan kekuasaannya, penguasa dapat
menghukum orang yang dianggapnya bersalah,
meskipun orang itu belum tentu bersalah.
Berdasarkan isi cerita di atas, kamu dapat memberikan
tanggapan, seperti
contoh berikut.
Isi cerita Petuah Pak Garam berupa nasihat
(petuah) kepada pembacanya.
Nasihat tersebut sangat baik diterapkan dalam hidup
sehari-hari. Terutama nasihat
untuk menyimpan rahasia orang lain, menolong sesama,
jujur, dan tidak berbohong
atau menentang orang yang berkuasa. Jika kita menuruti
perintah penguasa, kita
dapat hidup lebih baik. Sebaliknya, jika kita menentang
penguasa, kita dapat sengsara.
Namun demikian, ada yang harus digarisbawahi. Jika
penguasa bertindak salah,
kita harus meluruskan dan tidak boleh mengikuti.
Demikianlah tanggapan saya terhadap
cerita berjudul Petuah Pak Garam.
Sekarang,
coba kerjakan pelatihan berikut ini!
Ayo, perhatikan
isi cerita ini!
Berlatih
Kelompok
Coba
kerjakan bersama kelompokmu!
1.
Carilah cerita rakyat pada buku kumpulan cerita rakyat di perpustakaan!
2.
Pilihlah satu cerita yang menurut kelompokmu paling menarik!
3.
Mintalah salah seorang anggota kelompok membacakannya dengan jelas!
Anggota yang lain harus mendengarkan dengan baik.
4.
Berdiskusilah dengan teman sekelompok untuk mengerjakan kegiatan
berikut!
a. Sebutkan nama-nama tokoh cerita beserta wataknya!
b. Jelaskan latar tempat, waktu, dan suasana dalam
cerita tersebut!
c. Tulislah secara singkat isi ceritanya!
5.
Buatlah tanggapan terhadap isi cerita rakyat tersebut secara tertulis!
6.
Jika sudah selesai, bacakan atau laporkan pekerjaanmu di depan kelas
melalui perwakilan kelompok!
7.
Sesudah dibaca, kumpulkan laporanmu kepada guru untuk dinilai! Guru
akan memilih laporan terbaik untuk dipajang di papan
pajang.
Diunduh dari BUKUPAKET.COM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar