|
Materi Penjasorkes
untuk kelas 5
GERAK DASAR ATLETIK DAN PERMAINAN
|
|---|
Atletik adalah suatu cabang olah raga yang meliputi nomor-nomor jalan, lari, lompat dan lempar. Anak-anak didalam kehidupannya hampir dari sebagian waktunya dihabiskan untuk bermain, dengan melakukan berbagai bentuk gerakan berjalan, berlari, melompat, dan melempar. Anak dikelas permulaan Sekolah Dasar (SD) akan merasa senang bila mendapatkan pelajaran yang telah diketahui sebelumnya seperti lari dan bermain, mereka akan lebih tertarik dan terampil di dalam melakukannya. Oleh karena itu bentuk-bentuk gerakan dasar atletik perlu ditanamkan kepada anak-anak kelas permulaan SD. Anak-anak dapat mengembangkan dan meningkatkan kemampuan keterampilan gerakan dasar atletik tersebut. Karena itu kepada anak-anak perlu ditanamkan, berbagai cara melakukan gerakan dasar atletik yang benar seperti gerakan jalan, lari dan lompat.
Berdasarkan
uraian tersebut diatas, dibawah ini dikemukakan mengenai pembentukan gerakan
dasar atletik bagi anak-anak SD terutama pada kelas-kelas permulaan sbb:
Berdasarkan uraian tersebut diatas, dibawah ini dikemukakan
mengenai pembentukan gerakan dasar atletik bagi anak-anak SD terutama pada
kelas-kelas permulaan sbb:
1.
Berbagai Bentuk
Gerakan Berjalan
untuk anak-anak kelas permulaan Sd, pelaksanaan pelajaran gerakan berjalan, antara lain dapat dilakukan dengan cara :
a. Berjalan biasa: berjalan dengan ujung kaki,
berjalan sambil mengangkat lutut tinggi-tinggi, langkah pendek, langkah
panjang. Mula-mula dilakukan pelan-pelan, kemudian cepat (coba pelajari kembali
pada pembentukan gerakan dasar dalam pengembangan kemampuan jasmani).
b. Gerakan dasar berjalan dalam Atletik
Secara
alamiah setiap orang dikatakan normal
apabila dapat berjalan atau lari tanpa
mengalami kesulitan dalam kegiatan dalam
kehidupan sehari-hari. Untuk itu, sikap dan gerakan berjalan yang benar perlu dipelajari dan dilatihkan sejak anak
masih kecil dan ini merupakan kebiasaan
melakukan gerakkan berjalan yang benar akan memberikan efisiensi tenaga sehingga tidak cepat mengalami kelelahan.
Teknik berjalan secara benar dapat Anda paparkan sebagai berikut.
1) Secara keseluruhan posisi badan
harus tegak, susunan tulang belakang harus lurus, kepala tegak, tengkuk bahu
lurus segaris dengan badan dagu sedikit
ditarik, pandangan tetap kedepan.
2) Dada ditarik terbuka, agar
pernafasan dilakukan dengan perut, pandangan mata rata kedepan.
3) Lengan mengayun ber-gantian secara wajar, tidak kaku dan
ayunan dimulai dari persedihan bahu dan
persendian siku.
4) Kaki melangkah kedepan bergantian
dengan kaki terkadang tumit terangkat,
menolak pada pangkal jari.
5) Kaki
ayun diangkat kedepan dengan lutut
sedikit ditekuk, menapak pada tumit, telapak dan ujung jari kaki yang arahnya
lurus ke depan (tidak serong ke luar atau serong ke dalam )
6) Kaki yang semula menjadi kaki tumpu,
ganti menjadi kaki ayun.
Demikianlah
gerakan langkah kaki berlangsung susul - menyusul bergantian disertai dengan ayunan lengan yang serasi dengan gerak kaki,
padangan mata rata ke depan
Macam-macam Berjalan dalam Atletik
1. Jalan cepat
Di Dalam cabang olah raga Atletik
terdapat perlombaan jalan cepat. Bagaimana teknik melakukan perlombaan jalan cepat?
Jalan cepat adalah gerak maju dengan melangkah
yang dilakukan sedemikian rupa sehingga
tanpa ada-nya hubungan terputus dengan tanah, setiap kali melangkah kaki
depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang meninggalkan tanah. Pada periode melangkah dimana salah satu kaki
harus berada di tanah maka kaki tersebut harus lurus pada posisi lurus/lutut tidak
bengkok dan kaki tumpu ini dalam keadaan
posisi tegak lurus. Dengan kata lain, pada perlombaan jalan
cepat, sewaktu berjalan salah satu kaki harus selalu kontak menginjak
tanah/jalan. Perhatikan sikap
jalan cepat yang benar pada gambar di bawah ini.
Pada waktu bergerak maju ada kecenderungan untuk
lebih condong ke depan atau ke belakang oleh karenanya mempertahankan badan
sebegitu rupa sehingga tegak dan pundak jangan terangkat pada waktu lengan
mengayun yang akibatnya akan cepat melelahkan anggota badan bagian atas.
Kaki melangkah lurus ke depan satu garis dengan
garis khayal dari badan si pejalan cepat dianatara kedua ujung kaki
dipertahankan segaris, tidak ke luar
atau ke dalam pada saat menumpu tumit harus mendarat lebih dulu terus bergerak kearah depan secara teratur.
Gerakan bahu dan lengan mengayun
dari muka ke belakang dan sikut
ditekuk tidak kurang dari 90 derajat.
Kondisi ini dipertahankan dengan tidak mengganggu keseimbangan serta mengayun rileks.
Untuk teknik gerakan jalan cepat yang harus
dikuasai oleh anak SD sewaktu berjalan cepat, terutama pada waktu melangkah
kaki yaitu: usahakan agar melangkah secepat mungkin tetapi kaki tumpu harus
tetap kontak dengan tanah sebelum kaki belakang yang akan dilangkahkan (kaki
ayun) mendarat ditanah. Cara melakukannya antara lain seperti dibawah ini.
Bersamaan dengan mengangkat paha kaki kanan
kedepan, tungkai kaki kanan dan tangan kiri diayunkan ke depan, diikuti dengan
badan dicondongkan ke depan. Pada saat kaki kanan mendarat (kontak dengan
tanah), secepatnya paha kaki kiri angkat ke depan yang bersamaan mendarat
(kontak dengan tanah), secepatnya paha kaki kiri angkat kedepan yang bersamaan
dengan tungkai bawah kaki kiri dan tangan kanan diayunkan kedepan, demikian
seterusnya.
2. Pembelajaran Permainan Untuk Melatih Kecepatan Lari
Latihan kecepatan dalam lari cepat ditekankan pada reaksi, perbaikan
koordinasi dan akselesari. Anak-anak
dilatih reaksi secara visual, pendengaran dan isyarat yang dapat dirasakan dan
diraba. Beberapa bentuk permainan
yang dapat digunakan untuk
melatih kecepatan adalah permainan
kejar-kejaran, berlari ulang alik, dan lari sambung. Permainan kecepatan ini dapat diarahkan pada aspek
kompetisi. Berikut adalah beberapa contoh permainan yang diarahkan untuk membentuk
kecepatan lari sprint. Anda dapat melakukannya secara acak yang menurut Anda
mudah untuk dilakukan.
a. Permainan Hitam – Hijau
Buat dua kelompok (A = Hitam dan
B = Hijau ) berdiri saling berhadapan
dengan jarak 1 meter. Mereka masing-masing kelompok dengan posisi start berdiri
dan sambil mendengarkan aba-aba Hitam atau Hijau. Jika di sebut Hitam, maka kelompok A (Hitam)
cepat balik arah terus lari cepat sampai
batas yang sudah ditentukan. Kelompok B (Hijau) cepat mengejar dan menangkap A
(Hitam). Kemudian kembali lagi ke tempat
semula, siap melakukan perlombaan. Sebaliknya, jika disebut Hijau maka kelompok
Hijau balik arah terus lari sampai batas yang ditentukan, kelompok Hitam (A)
mengejar dan menangkapnya. Begitulah perlombaan itu dilakukan. Bahkan kegiatan
itu dapat di variasikan mulai dari posisi
jongkok terus berdiri dan lari
cepat.
b. Latihan reaksi dan akselerasi
Buat kelompok yang terdri dari 2 atau 3 orang.
Tim berdiri di belakang garis start. Pada isyarat tertentu anggota pertama dari
masing-masing tim sprint menuju patok yang berada 15 sampai 20 meter di
depannya, kemudian berputar pada patok ini dan kembali menuju tempat di mana
anggota tim berikutnya berdiri. (Catatan: Harus ada jarak yag cukup
di antara tim untuk melakukan pembelokan).
c.
Estafet (Lari Sambung)
Bagilah kelompok belajar menjadi 2 kelompok ( A
dan B), dengan 3 sampai 4 orang setiap kelompoknya. Pada isyarat tertentu,
pelari pertama dari kelompok A sprint
menuju garis 20 meter di depannya. Pelari ini kemudian menepuk pelari pertama
dari kelompok B, kemudian pelari B berlari ke kelopok A berdiri. Begitu pelari
pertama dari kelompok B tiba di kelompok A maka pelari kedua dari kelompok A
(Setelah mendapat tepukan dari pelari grup B) berlari ke tempat B, demikian
kegiatan ini berlangsung sampai pelari terakhir:
d.
Estafet pendular
Buatlah dua kelompok dengan masing-masing anggota sebanyak 3-4 orang.
Masing-masing kelompok saling berhadap dan berpisah sejauh 20 sampai 25 meter
di depannya. Pelari 1 sprint dengan jarak 20 – 30 meter kemudian
berputar melalui belakang barisan dan mengetuk pelari ke 2 dan untuk menerima
tongkat atau ketukan pelari ke 2.
|
|---|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar